Jumat, 30 Oktober 2015

MENGENAL WINDOWS 7

Apakah kamu pernah penasaran dengan apa saja versi Windows 7 dan apa perbedaan dari setiap versi tersebut? Sama seperti versi Windows lainnya, Windows 7 juga tersedia dalam berbagai macam versi yaitu Starter, Home Basic, Home Premium, Profesional, Enterprise, serta Ultimate. Mengetahui perbedaan versi Windows 7 tersebut akan membantu kamu dalam memilih versi mana yang tepat untuk kebutuhan kamu.
Dari Segi Penggunanya
Microsoft memang menerbitkan setiap versi dengan target pengguna yang berbeda.
Windows 7 Starter Edition ditujukan untuk netbooks yang notabene memiliki specs minimum.
Windows 7 Home Basic ditujukan untuk pengguna yang hanya butuh fitur dasar dari Windows 7.
Windows 7 Home Premium dan Windows 7 Profesional ditujukan untuk digunakan oleh pengguna personal dengan aktivitas berkomputer yang cukup intens.
Windows 7 Enterprise lebih ditujukan untuk perusahaan besar.
Windows 7 Ultimate ditujukan untuk pengguna advanced yang antusias dan ingin fitur optimal dari Windows 7.

Dari Segi harga
Dari segi harga untuk di Indonesia, harga setiap versi Windows 7 juga tentu saja berbeda.
Windows 7 Starter dijual dengan harga sekitar $62
Windows 7 Home Basic dijual dengan harga sekitar $100
Windows 7 Home Premium dijual dengan harga sekitar $125
Windows 7 Profesional dijual dengan harga sekitar $160
Windows 7 Ultimate dijual dengan harga sekitar $210
Pilih yang mana?
Memilih versi Windows 7 yang tepat tidaklah sulit. Kamu hanya perlu melihat seperti apa tipe dan spesifikasi komputer kamu, lalu pahami juga kebutuhan kamu. Jika kamu pengguna netbook dengan spesifikasi yang minim, sebaiknya memilih Windows 7 Starter saja.
Untuk pengguna rumahan, Windows 7 Home Basic, Home Premium, atau Profesional sudah cukup memenuhi kebutuhan kamu. Namun jika kamu ingin menggunakan Windows 7 untuk berbisnis, maka Windows 7 Ultimate dan Enterprise layak untuk kamu gunakan karena dilengkapi dengan berbagai fitur security dan networking yang tidak dimiliki oleh versi lain dibawahnya.
Nah, sekarang kamu sudah tahu khan apa perbedaan setiap versi Windows 7? Semoga penjelasan WinPoin ini bisa membantu kamu dalam memilih versi mana yang ingin kamu install.
sekian dari saya dan semoga bermanfaat bagi para pembaca, terima kasih

Phrases and Clauses

In this chapter, you will learn to identify phrases and clauses. You will also learn about independent and dependent clauses.
We combine the various parts of speech to write “word groups” that express our thoughts.
There are 2 major kinds of word groups: phrases and clauses.
1. Phrase--a phrase is a group of closely related words. This group of words makes some sense together, although it does not express a complete thought. A phrase is a fragment, or part of a complete thought. One common phrase you are familiar with is a prepositional phrase--to the store, around the corner, in the house, beyond the trees, after the play, etc. Notice how these groups of words make some sense to you, but they express only part of a larger idea.
1. Clause-- A clause, like a phrase, is a group of related words. The difference is that a clause
is a more complete expression--it contains a subject and a verb.
There are two kinds of clauses:
1. Dependent Clause—has a subject and verb and a dependent word (subordinate
conjunction). A dependent clause expresses only part of an idea, and relies upon some
other information in the sentence for complete meaning (hence the term "dependent").
We usually use dependent clauses in sentences to express thoughts that are additional or
accessory to our main thought in the sentence.
2. Independent Clause--an independent clause is a group of related words that has both a
subject (actor) and verb (action) and makes sense to us without needing any additional
information. Therefore, an independent clause is also known as a simple sentence. It is
not just part of a thought, but is complete on its own. When combined with phrases or
dependent clauses, independent clauses form the basis of compound and complex
sentences. Alone, an independent clause expresses one main complete thought.

Clauses and Simple Sentences
A clause is a group of two or more related words that has a subject and a verb. There are two kinds of clauses:
1. independent
2. dependent

The Independent Clause or Simple Sentence
An independent clause is a group of related words that has a subject and a verb and expresses a complete thought. An independent clause is also called a simple sentence.
Every sentence you write must have both a subject and verb, and these two parts go together. That is, whatever you identify as the subject must be performing the action of the verb. These two parts are not isolated; they work together to express an idea.
Also remember that verbs or can express actions (walk, see, run, eat, go type, sit, etc.) or states of being (am, is, are, was, were, appear, seem, etc.).
Examples:
I read all day Sunday. (subject = I; verb = read)
I am very happy. (subject = I; verb = am)
The Dependent Clause
A dependent clause has a subject and a verb, but it does not express a complete thought
because is has a dependent word. A dependent clause is not a sentence.
Example: While Dan was driving.
This clause does have a subject (Dan) and a verb (was driving), but it does not express a
complete thought. We still need more information to understand the whole idea. The writer
did not tell us what happened while Dan was driving.
Look at these two versions of the same idea:
Examples: The dog barked all night.
Because the dog barked all night.
The first sentence is complete, but the second sentence is not because it does not tell us the
result of the dog’s barking. We still need more information to understand the whole idea.
Both clauses, While Dan was driving and Because the dog barked all night, contain subjects and verbs, but do not express complete thoughts; therefore, both are dependent clauses.
The list of words on the following page are commonly used subordinate conjunctions and
relative pronouns. These words are clues to help us identify and write dependent clauses. It
may be easier for you to remember these words as “Dependent Words” because one of these
words always appears as the first word of a dependent clause. In other words, if a group of
 words that has a subject and a verb begins with one of these subordinate conjunctions or
relative pronouns (dependent words), the clause is a dependent clause.
Subordinate Conjunctions (also called “Dependent Words”)
after                 although                      since               whenever
as                     so                                that                  when
even though    as if                             though             where provided that
because            unless                         whether           whereas
except              until                             while               than
what                before that                  in order that
once (meaning “if” or “when”) if why
Relative Pronouns
that                  whoever                      which              whatever

whom              who                             whichever

Minggu, 18 Oktober 2015

Diksi : Pengertian dan Macam-Macamnya

Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Fungsi dari diksi antara lain :

Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.
Macam macam hubungan makna :

Sinonim

Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.

Antonim.

Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.

Polisemi.

Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.

Hiponim.

Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.

Hipernim.

Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.

Homonim.

Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.

Homofon.

Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Homograf.

Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.

Makna Denotasi


Makna Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.
Contoh :Adik makan nasi.Makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.

 Makna Konotasi

Kalau makna Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi. Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.
Contoh Pak Slesh adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega yang lain “Jam tangan pak Slesh bagus yah”.

Dalam ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji


Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu konotasi positif  merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan, dan konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.